Minggu, 10 Juli 2022

Truth Chapter 5

 Chapter 5

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

Chapter 5 : Ini.


Zhoid yang tak mengetahui smua itu hanya bisa, bisa, menutupi perasaannya. Saat libur kerja zhoid ingin mengutarakan kan keinginannya untuk bersenang-senang dgn ayahnya. Seperti biasa tidak ada tanggapan sm skali hanya d abaikan saja. Akan tetapi axcel tangan kanan dari zhed menguping smua itu. Lalu axcel dengan watak somplak menemui zhed untuk langsung melaporkan misi yang d berikan pdnya. Untuk mencari informasi tentang organisasi teror yg membuatnya terluka cukup parah dan membuatnya tak dpt menjalankan misi. 

Axcel : Hai Pak boss. Dengan wajah brengseknya dan nada mengejek. 

Zhed : owh kau Axcel, Bagaimana tugasnya. 

Axcel : ini laporannya. Dengan memberikan buku dengan kode2 rumit, namun  axcel mempermainkan bossnya seperti anak".

Zhed : berikan axcel ku tak ingin bermain main. Dengan nada tinggi

Zhed : bagaimana keadaanmu. 

Axcel : tidak terlalu baik. Meski bisa bergerak tp cidera ku cukup parah. Mungkin ku butuh waktu lama untuk pemulihan. 

Zhed : lalu bagaimana cara kau menjalankan misi lagi. Mungkin kau hanya akan ku beri misi ringan. 

Axcel : tidak ku berhenti. 

Zhed : apa? 

Axcel : berhenti! 

Zhed : jangan bercanda dengan nada serius. 

Axcel : dengan muka brengseknya ia berkata " Ya benar aku berhenti untuk menjalankan misi yang kau berikan boss. Tp ku masi ingin bekerja untukmu. 

Zhed : emn? 

Axcel : melihat mu mengasuh anak sangat menyedihkan. Kau bisa, membuat anak itu jadi gila. Y meski lebih baik kau tidak membuangnya seperti istri dan an... 

Sebelum selesai mengucapkan kalimat nya ia di cekik dan dengan tinju besarnya zhed, mengarahkannya ke axcel. Dengan kesulitan bicara axc el berkata. 

Axcel : tapi aku benar kan. Lihat anak mu ketakutan dengan ap yg kau perbuat. 

Zhoid : melihat dengan mengintip d dekat dinding lalu berlari. Lalu zhed menjatuhkan axcel. Dan berfikir sejenak. 

Zhed : baiklah. Kau ku Terima menjadi pengasuh. Hingga kau bisa bertugas kembali. 

Axcel : melompat kegirangan dan kembali mematahkan kakinya. Dan terjatuh. Lalu berkata hahahaha aku keterima kerja. 

Zhed : kau tau cara mengasuh anak. 

Axcel : berdiri dan berkata. Mudah saja. Ganti pempers nya. Mandikan. Tidurkan. Ajak bermain. Susul dia. 

Zhed : dia bkn bayi 1 tahun k bawah. Lagi pula laki-laki tidak punya ASI. 

Axcel : aku punya atas bawah tinggal pilih mau yg mana. Lalu tertawa sendiri. 

Namun zhed tau maksudnya. 

Zhed : semen mu bukan makanan bocah jorok. Meledek klakuan absurd axcel. 

Axcel : tapi tenang lah. Yang jelas ku jauh lebih ahli dalam mengasuh anak 4 tahun dr pd pak boss. 

Zhed : dia 5 tahun. 

Axel : owh. Tenanglah ku kan asuh dia seperti anaku sendiri. 

Zhed : hanya 1 larangan ku. Jangan ajari dia sihir. Beladiri. Pshikis atau apapun itu yg berhubungan dengan kekuatan super. Dia bkn manusia. Ku tak tau dari ras apa dia tp d lihat dr bentuk fisiknya dia mungkin iblis. 

Axcel : eeh kok bisa

Zhed : menceritakan awal sampai akhir bagaimana ia bertemu zhoid. 

Axcel : bukan alasan juga kau memperlakukan nya seperti tidak ada d dekat mu. Baiklah aku pergi ku mulai kerja besok. Lalu ia pergi. Meninggal kan zhed. Dalam hati zhed berfikir apa bisa si somplak itu mengasuhnya. Dia juga tidak mau mendengarkan ku membantah kadang. Lalu axcel pergi d koridor dekat pintu ia. Menyapa isabel yang sedang menyapu. Luna. yang pulang dari toko. Ningsih dan iva yang lagi lewat saja. Lalu 

Ningsih bertanya : 

Ada apa cel tumben mampir

Axcel : tidak apa2 cuma menyerah laporan misi. Dan melamar kerja di sini. 

Iva : cideramu bagai mana. 

Axcel : cukup buruk. Mungkin ku tidak bisa lagi menembakan laser dari mata. Mengunakan sihir. Atau melakukan telekinesis cukup lama. Tapi ku masi sanggup untuk menghancurkan bulan hahaha. 

Luna numpang leuat dan berkata : jika kau hancurkan bulan malam akan gelap gulita seperti hidup mu. 

Axcel : tenang saja jalan hidupku masi tetap terang tidak seperti yg sedang menyapu itu. 

Isabel : diam kau atau ku jadikan mulutmu tempat sampah dengan nada kesal. 

Axcel sudah menghilang dari hadapan mereka. 

Dan berada d depan teras lalu tak sengaja menubruk zhoid. 

Zhoid : maaf Pak. 

Axcel : hahahahah. Pak aku baru 21 tahun. Masak d pak. Panggil aku axel. Kak atau sebagainya penting jangan pak atau om. 

Zhoid : kak axcel? 

Axcel : yosh begitu saja. Dengan senyum lebar. 

Zhoid : kak axcel. Kau tak apa apa. 

Axcel : mksdnya? 

Zhoid : dulu papa pernah juga, mencekikku dan leherku patah karena itu. 

Axcel : ayahmu tak pandai mengasuh ya. Eh namamu siapa dik kecil. 

Zhoid : na. na. Nama? Lalu menangis. 

Axcel : heh knp kau menangis ku hanya tanya nama mu saja. Lalu jongkok dan menenangkankannya. 

Lalu Isabel yang sedang menjemur pakaian berkata

Isabel : beraninya kau membuatnya menangis. Karena saking sibuknya ayahnya. Dia sampai lupa di beri nama semenjak di bawa kemari. 

Axcel : emmmmphgh. Miris kali nasip anak ini.  Cup3 jangan menangis laki laki tak boleh cengeng. Mungkin ku juga akan menangis. 

Zhoid : mungkin papa terlalu sibuk dgn kerjaannya. Jadi tak sempat memberiku nama. 

Axcel : tenanglah ku kan minta nama pada ayahmu selepas ini. Lalu memeluk zhoid ( karena kebiasaan nya memeluk ) 

Kebetulan Zhed lagi ingin keluar untuk bertemu rekan bisnis nya. 

Zhed : jangan menghalangi jalanku. Ku mau lewat. 

Axcel : tak akan ku berikan jalan sblum kau memberikan nama pada anak ini. Kau ini bagaimana mengadopsi anak tanpa kau berinama. 

Zhed : bukan anakku. Dia juga tidak ku adopsi. Ku hanya kasihan dengannya yg mmangis d pinggir jalan saat masi bayi.

Axcel : tapi kini dia kau rawat. Bagaimanapun juga. Ini adalah anakmu ( sambil mencekiwing zhoid. Hingga mereka bertatapan. 

Next chapter 6. Akhirnya


By : Dhymonologistsh

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda