Minggu, 10 Juli 2022

Truth Chapter 3

 Chapter 3

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

Chapter 3 : Kenapa.


Dalam keadaan sedih jibril mengeluarkan sayap nya dan pergi ke dimensi kenyataan. Namun ia tak tega membuang anaknya. Dan meminta pd The Divine God untuk merawatnya slama 100.000 tahun dan berusia 1 tahun di kenyataan.

- The Divine God : knp kau masi membawanya? 

- jibril : izinkan ku merawatnya hingga dia berusia 1 tahun di kenyataan. Lalu ku kan membuangnya sesuai perintahmu ayah. 

- The Divine God : tak apa. Namun dgn imbalan ingatannya harus d hapus dan ku berikan tugas menghapus derita di kenyataan. 

Dengan perundingan itu jibril d beri izin untuk merawatnya selama 100.000 tahun d surga. D sisi lain Lucifer mengucapkan sumpahnya d dpan para pengikutnya

- Lucifer ( akan ku rebut kembali semua yg jadi miliku. Sampai kapanpun aku sang raja iblis Lucifer akan memperjuangkan sumpah ku meski harus menderita dan d anggap buruk oleh apapun... 

D sisi lain d alam kenyataan menghadapi era perkembangan teknologi peralihan dr jaman batu menuju zaman kayu dalam 100.000 tahun keturunan adam berkembang pesat dewa2 mengubah kisah adam ayah manusia menjadi seperti yg d ketahui hingga waktu menuju time line saat ini d mana seorang pria berumur 32 tahun berkemudi cepat dgn mobil mevah nya. Menerjang hujan ingin segera kembali ke rumahnya. Tiba tiba ia hampir mnabrak seorang wanita ( jelmaan jibril  ) yang membawa orokan zhoid yg berusia 1 tahun d dunia nyata. Dan dia pun turun dari mobil. Jedeeeer suara petir. 

- Zhed : masuk lah. Ku antar kerumahmu. 

- Jibril : apa kau mau membantuku. Anak ini kedinginan. Sambil mnunjukan orokan zhoid

- Zhed : dengan tanpa expresi mengambil zhoid dan meneduhkannya ke mobil. Sambil berkata aku tak suka anak anak apa lagi bayi. 

Namun jibril bergumam saat zhed meneduhkannya. 

- jibril : tolong kau. Rawat dia sebaik mungkin. Kelak dia akan d kembali ku ambil. Ku percaya padamu. Berikan dia perhatian dan kasi sayang mu. Kelak kau akan dpt imbalan yg setimpal. 

- Zhed : masuk laaaa. 

Sambil bingung karena wanita itu ( jelmaan jibril suda menghilang  ) . Zhed bingung ap yg harus ia lakukan d tengah malam dgn bayi d mobilnya. Zhed kembali mengambil orokan zhoid dan berniat membuangnya ke jurang d sisi kanan jalan. Namun tangisannya membuatnya sedikit iba dan membuatnya kembalinya k dalam mobil mevah nya dan bergegas pulang dgn ngebut dan ugal ugalan. Sesampainya d rumah. Para babu pun bingung. Margaret. Iva. Isabel. Luna. Dan ningsih. 

- ningsih : apa kalian dengar ada suara bayi. 

- Isabel : iya aku juga dengar

- Margaret. Iva dan Luna : jelas itu suara bayi. 

- Luna : iva coba buka pintu

- Isabel : biar aku saja. 

Isabel pun membuka buntu. Cekret. 

- isabel. Tuan. Tuan baru pulang. Sambil memberikan jalan. 

Zhed tanpa menjawab ia melenggang dengan menenteng orok. 

Para babu heran dan syok. 

- ningsih : ges bayi ges. Tuan bawa bayi.

- iva : iya liat bayinya. Sedang menangis kasihan skali. 

- Luna : jangan d tenteng tuan. Tapi d gendong

Zhed tidak peduli ap kata ART nya. Lalu bruak. Ia melempar bayi itu ke sofa sambil berkata. Melihat kejadian itu para babu sontak berlari dan menyelamatkan bayi itu lalu. Para babu berkata

- para babu : haah beraninya kau.

Sadar dengan perkataan merka. Merekapun meminta maaf. 

- Zhed : jika kalian peduli rawat lah. Jika klian tian peduli masak saja dia. 

Lalu Zhed pergi untuk membersihkan dirinya

- Margaret : mana mungkin bayi setampan dia untuk dimasak

- iva. Ningsih. Isabel : kami akan merawatnya seperti anak kami sendiri

-  Luna : akan ku berikan dia makanan yang terbaik. 

Saat membersihkan dirinya d shower ia teringat saat d mana istri dan anaknya d buang ke desa terpencil d pulau sebrang. Dengan janji akan membawanya pulang suatu hari nanti namun. Tanpa memberi istri dan anaknya kabar merekapun d biarkan menunggu tanpa kepastian. Dia merenungi hal itu dan berfirkir knp ku bawa seonggok orok ke sini. Dan menengak ke atas berkata " Padahal mereka ku tinggalkan jauh dari ku "

Next chapter 4. Mengapa


By : Dhymonologistsh

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda