Minggu, 07 Agustus 2022

The Destroyer Chapter 14

 The Destroyer

∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆

Eps 14: Pertemuan Kembali


"Manusia memang seperti ini sejak dahulu."


Dalam sekejap dia menebas seluruh penduduk desa yang berada di sana dengan menggunakan pedangnya, Bahkan Rumah dan bangunan yang ada disekitar itupun ikut tertebas hingga terbelah menjadi dua.


Darah darah berceceran di mana mana. Malam yang damai seketika menjadi malam yang penuh pembantaian. Dia tidak merasakan rasa bersalah atau penyesal setelah melakukan itu, yang dia rasakan hanyalah rasa kesenangan karena berhasil memuaskan hasratnya.


"Ha ha ha...!"


Pedangnya menyerap jiwa jiwa dari penduduk desa itu dan menjadikan itu sebagai energi sihirnya. Semakin banyak yang diserap, semakin kuat juga dirinya, namun itu masih belum cukup.


Setelah menyelesaikan itu tadi, dia langsung membumihanguskan desa itu dengan Fire Ball nya hingga desa itu berubah menjadi kawah besar yang berkali kali lipat luasnya dari desa itu. Dampak dari serangan itu sampai membuat binatang dan hewan yang ada di hutan kabur menjauh dari sana untuk menyelamatkan diri. Dampak dari serangan itu juga menimbulkan dentuman yang sangat keras sekali hingga terdengar sampai berkilo-kilo meter jauh nya.


Dari tempat yang jauh itu, Win dan Red mendengarnya. Dentuman itu membuat win menghentikan sejenak latihannya dan Red juga bingung tentang dentuman yang keras itu.


"Apa apaan tadi?"


Karena dia penasaran dengan apa yang terjadi, Red pun mengajak Win ke sumber suara itu. Win juga penasaran dengan hal itu, jadi Win menerima tawaran Red dan pergi bersama ke sumber dentuman itu.


Agar lebih cepat sampai di sana, Red memunculkan sayap di pinggangnya agar lebih cepat sampai di sana dengan cara terbang. Win berpegangan pada kaki Red agar tidak terjatuh ke bawah.


"Apa ini aman aman saja?" pikir Win.


Beberapa saat kemudian, mereka sampai di sumber suara keras itu.


"I-ini... ?"


Red menurunkan Win di sana dan mulai mencaritahu sebab ini bisa terjadi.


Tempat itu benar-benar kacau sekali, seperti ada yang sengaja melakukannya.


"Apa-apaan ini?? Seingatku, tempat ini dulu nya adalah sebuah desa," gumam red dengan sedikit shock.


Sementara itu Win tampak meneteskan air mata perlahan lahan. Red yang melihat itu langsung menanyai Win kenapa dia menangis. Namun Win tidak menjawab apapun, dia hanya termenung terdiam di tempat.


"Hei Win! Jawab aku!"


Kata kata Red itu membuat Win kembali sadar lagi setelah beberapa saat yang lalu.


"Ah, a-aku menangis? Kenapa air mata ini keluar?"


Win bingung kenapa dia tadi menangis, dia juga sempat tidak sadarkan diri. Namun Win mengingat sesuatu yang membuat hatinya merasa sakit.


"Entah kenapa saat aku di sini, aku merasa seperti berada di kampung halaman (desa) ku," ucap Win dengan wajah sedihnya.


Setelah pertarungan antara hidup dan mati Win melawan demon lord Zezt, dia kehilangan sedikit ingatannya, namun dia masih mengingat siapa dirinya, tapi tidak dengan bahwa dia pernah tinggal di sebuah desa.


"Begitu ya, aku juga ingat kalau di sini dulunya adalah sebuah desa kecil," balas Red.


Di tengah tengah pembicaraan mereka, sebuah batu yang sangat besar yang ukurannya hampir sebesar meteor datang ke arah mereka berdua. Batu itu memiliki ukuran yang sangat besar. Bahkan dengan ukuran nya itu dapat menutupi sebuah kota/kerajaan.


Sebelum batu besar itu menghantam mereka berdua, Red menyadari itu dengan cepat. kurang dari 30 meter jarak mereka dengan batu itu, Red dengan cepat bergerak menghindari itu bersama dengan Win.


"Dummmm!!"


Dentuman keras terjadi lagi di sana. Untung saja Red dan Win dapat menghindari itu, jika tidak maka akan ada hal buruk yang terjadi.


Dari kegelapan malam yang pekat, seorang pria berjubah hitam melayang di atas sana sambil mengamati mereka berdua.


"Owh, jadi mereka bisa menghindari itu ya! Cukup menarik,"


Kemudian pria berjubah itu turun ke bawah dengan kecepatan yang sangat tinggi dan mengarah kepada Red.


Red menyadari lagi kalau ada sesuatu yang mendekatinya dengan kecepatan tinggi. Karena merasa susah terlambat untuk menghindar dari kecepatan itu, dia menggunakan barrier yang menutupi seluruh sisi nya, Win juga berada didalam barrier itu.


1 detik berlalu dan benar saja, pria berjubah itu tertahan akibat barrier milik Red, namun dengan cepat Barrier itu retak dan pria berjubah itu menghantam Red dengan sangat keras hingga menghantam sebuah gunung sampai menimbulkan lubang yang besar di gunung itu.


Sementara itu, Win saat ini sedang berada di dekat pria berjubah itu. Win hanya terdiam ketakutan saat melihat pria itu dapat menendang Red sampai sampai gunung itu akan hancur.


"perasaan ini... entah kenapa aku pernah merasakannya.... tapi dimana?" pikir Win dengan perasaan yang tidak enak, dia bahkan sampai ketakutan saat berada di dekat pria itu.


Pria itu menatap Win dengan tatapan dan senyuman yang mengerikan. Win tidak berani menatap balik pria itu. Tatapannya hanya mengarah ke bawah dengan perasaan keputusasaan.


Pelatihan yang selama ini dia lakukan terasa sia-sia. Walaupun dia merasa kalau dirinya sekarang menjadi lebih kuat dari sebelumnya karena dilatih oleh Red, namun mentalnya masihlah lemah. Hanya dengan merasakan sesuatu yang membuatnya takut, dia hampir kehilangan kendali atas dirinya.


"Setelah sekian lama, akhirnya aku menemukanmu!"


Pria itu kemudian melepas topengnya. Wajah dibalik topeng itu adalah orang yang paling dibenci win, yaitu demon lord Zezt.


"Sekarang Win, hanya ada kau dan aku. Apa yang akan kau lakukan sekarang?"


Intimidasi dari Zezt membuat Win semakin tersudut, dia sudah tersudut sejak awal, namun sekarang lebih tersudut lagi karena aura intimidasi Zezt.


"perasaan ini... tidak salah lagi! Dia memang iblis itu!" pikir Win.


Dari kejauhan, Red bangkit kembali setelah menerima serangan yang cukup fatal. Dia seperti terlalu naif tadi sampai sampai musuhnya dapat menembus Barrier nya.


Dia mewujudkan pedangnya di tangannya lalu bergerak menuju zezt dengan kecepatan yang sangat cepat lalu menebas Zezt menjadi dua bagian.


Namun kecepatan itu masih kurang cepat untuk dapat mengenai Zezt.


Walau begitu, dampak serangan tadi membuat semua benda yang ada di jarak tebasannya itu terbelah menjadi dua. Itu juga membuat Zezt sedikit menjauhi Win karena menghindari serangan Red tadi.


Sekarang Win berada di dekat Red dan akan melindunginya apapun yang terjadi. Red merasa bahwa yang pria itu incar bukanlah dirinya, namun Win.


Red kemudian menyuruh Win untuk lari dari sini sejauh mungkin agar dia tidak bisa disentuh oleh Zezt. Namun Win menolak tawarannya.


"Biarkan aku di sini bertarung bersamamu sensei!" ucap Win dengan percaya dirinya, padahal beberapa saat lalu dia tampak tak berdaya di hadapan Zezt.


"Jangan bodoh! Dia terlihat sangat berbahaya, bahkan dapat menendangku sampai gunung hancur, kau bukanlah lawannya win," ucap Red.


"Tapi, aku punya kekuatan dari raja iblis, pasti aku bisa membantumu sensei!"


"Kau masih belum terbiasa dengan kekuatan itu, kalau kau memaksakan diri, kekuatanmu akan menjadi tak terkendali dan akan membuat dirimu dan dunia hancur."


Setelah mendengar penjelasan dari Red tadi, Win akhirnya memutuskan untuk menuruti perkataan Red tadi.


"Begitu ya, kalau begitu sensei harus janji jangan sampai kalah!"


"Yah, aku janji."


Masing masing jari kelingking mereka bertemu untuk menyepakati janji nya masing masing. Win sudah menganggap Red sebagai keluarganya sendiri dan begitu juga dengan Red.


By : Iwana

The Destroyer Chapter 13

 The Destroyer

∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆ 

Chapter 13: Keputusasaan yang menyenangkan


"Nah, akan kujelaskan dengan singkat. Sebenarnya sekitar 2 Minggu lalu, ada seorang anak didesa ini yang bernama Win. Rumor nya, dia disebut atau bahkan telah dikonfirmasi sebagai bawah reinkarnasi dari Demon Lord Zezt. Dan pada saat para Ksatria dan Sage membawanya menuju ke ibukota kerajaan, dia membantai seluruh Ksatria dan Sage yang membawanya dalam waktu singkat, namun ternyata masih ada satu orang yang selamat, yaitu seorang Sage. Katanya dia selamat karena menggunakan potion tingkat tinggi yang bahkan dapat menyembuhkan dan meregenerasi bagian tubuh yang berlubang atau terpotong seperti perut ataupun tangan. Jadi dia berpura pura mati dan menunggu anak itu meninggalkannya kemudian baru dia menggunakan potion itu. Tapi karena dia hanya punya satu Potion saja, diapun tidak bisa menolong rekannya yang lain dan pergi dari sana sendirian dan melaporkan semuanya ke ibukota kerajaan. Dan penyebab kenapa desa ini ketat penjagaannya adalah karena anak itu mungkin masih berkeliaran di sekitar sini, apalagi cerita tentang dia membantai Ksatria dan Sage tadi itu dengan mudah membuat para penduduk desa di sekitar hutan contohnya di sini merasa tidak aman."


"Oh jadi begitu ya, baiklah", ucap Leon


Kemudian Leon memberikan koin emas yang diajanjikan kepada petualang itu.


"Nah sekarang ini, ambillah," ucap Leon.


"Baiklah, sedang berbisnis denganmu, tuan", balas petualang itu.


Setelah itu Leon kemudian meninggalkan penginapan itu dan jalan jalan di desa itu.


Di tengah perjalanan.....


"Ahhh, suasana di sini sangat membosankan," ucap Leon.


"Hmm, sebenarnya aku ingin cepat cepat memusnahkan semua kebosanan ini, tapi tampaknya aku bisa sedikit lebih lama lagi, dan mungkin aku bisa mendapatkan beberapa informasi yang berguna."


"Tapi telah kutetapkan bahwa malam ini adalah malam terakhir bagi seluruh penduduk di desa ini, dan juga pedangku tampaknya ingin menyerap beberapa sihir."


"Mungkin akan lebih baik jika kujadikan mereka sebagai bawahanku, tapi jika mereka menolak, akan kulakukan apa yang seharusnya kulakukan."


Karena dia sudah bosan berjalan jalan tanpa tujuan yang jelas, diapun mampir ke sebuah tempat makan kecil seperti angkringan dan memesan sebuah minuman untuk menyegarkan dirinya.


"W**in ya, aku masih ingat dengan anak sialan itu, akan kuambil tubuhnya lagi dan kuasai dunia ini!"


Setelah beberapa saat, minuman nya datang dan dia segera meminumnya sampai habis.


Sesudah itu dia pergi lagi jalan jalan tidak jelas mengelilingi desa itu untuk mencari sesuatu yang menarik.


"Tch, semakin lama rasanya semakin membosankan, pada saat saat yang seperti ini biasanya aku akan bermain dengan bawahanku untuk menghilangkan rasa bosan ini."

.

.

.

Haripun menjelang gelap, matahari mulai tenggelam dan waktunya bagi Leon untuk kembali ke penginapan.


"..."


Setelah sampai dikamarnya, dia sedikit menggumamkan sesuatu.


"Yah, dua hari terakhir mungkin adalah hari yang sedikit menyenangkan, namun pada malam ini, semuanya akan berakhir!"


Dia memiliki kebiasaan berbicara sendiri untuk menghibur dirinya. Walau itu terlihat sedikit aneh, tapi dia hanya melakukan itu saat sendirian.


Semakin malam, suasana semakin tidak nyaman. aura yang mengerikan menyebar di seluruh desa, membuat perasaan orang yang terkenanya merasa tidak nyaman.


Detik demi detik.


Menit demi menit.


Jam demi jam.


.

.

.


Tengah malampun tiba....


Terlihat dari atas desa itu seseorang berjubah hitam dan terbang menggunakan sayap sedang memperhatikan desa itu.


"Akhirnya, tiba juga saatnya," gumamnya


"Sebelum itu mungkin aku harus melakukan rencana pertama sebelum rencana kedua."


"Haha."


Dan dengan sihir tertentu dia membuat sebuah ledakan besar tepat di atas desa itu, ledakan itu membuat semua orang bangun dari tidurnya dan kemudian melihat apa yang terjadi melalui jendela.


"I-itu!?," ucap seorang penduduk desa sambil ketakutan.


ledakan itu sangat tinggi hingga membuat langit berlubang menuju angkasa, dan seketika langit diwarnai dengan warna merah darah.


"Baiklah, sekarang para penduduk pasti telah terbangun dan menyaksikan semua ini, kalau begitu akan kumulai rencanaku," gumamnya.


"Tapi tak kusangka kalau aku akan menggunakan nama pahlawan itu sebagai nama samaranku."


Tidak lama setelah itu, terdengar suara seorang pria yang keras hingga terdengar dalam skala yang sangat jauh.


"Wahai para manusia yang berdosa, aku akan memberikan kalian pilihan hidup atau mati!"


"Jika kalian masih ingin tetap hidup, maka jadilah bawahanku."


"Tapi jika kalian menolak nya, maka kalian akan merasakan kematian yang tidak pernah kalian bayangkan!!"


"Jadi, bagaimana?"


Orang orang yang mendengar kata kata itu merasa ketakutan, bayi bayi dan anak anak bahkan sampai menangis tidak karuan.


Mereka tidak tahu harus menjawab apa. karena ketakutan yang sudah tak dapat ditahan lagi, merekapun berlarian keluar desa dengan rasa panik yang disertai dengan ketakutan.


Hanya dengan melihat sosok itu saja membuat mereka hampir gila, bahkan para petualang yang berpengalaman sekalipun belum pernah bertemu dengan makhluk mengeru seperti itu.


Pria itu hanya melihat orang orang yang berlari tidak jelas itu dari atas sana, tampaknya dia sudah yakin untuk memilih pilihan kedua.


Agar orang orang itu tidak melarikan diri dari desa itu, pria berjubah itupun membuat sebuah penghalang yang membuat orang orang tidak dapat melarikan diri dari desa.


Para orang kuat sudah mencoba untuk menghancurkan penghalang itu, namun karena penghalang itu terlalu keras, mereka tidak bisa menghancurkannya walaupun telah menggabungkan kekuatan.


"Hahaha, jangan pikir kalian bisa kabur dari sini!!" teriak pria berjubah itu.


Tapi tidak lama kemudian, ada seseorang yang menyerang pria berjubah itu menggunakan sebuah pedang besar, tampaknya orang yang melakukan itu adalah seorang swordman.


Dengan mudahnya pria berjubah itu menghindari serangan itu dan menyerang balik swordman itu dengan menendang nya ke tanah dengan sangat keras hingga tanah disekitar nya retak dan organ organ dalam swordman itu keluar dari tubuhnya. Sungguh pemandangan yang mengerikan.


"Bagi kalian yang menentangku atau tidak setuju denganku, kalian akan berakhir seperti orang ini."


Kemudian dia turun dan mengeluarkan pedangnya, kemudian menyerap energi kehidupan orang tadi dengan pedang nya.


Ketakutan, Tangisan, Keputusasaan menyelimuti orang orang itu.


Melihat manusia dengan perasaan dan ekspresi seperti itu membuat pria berjubah itu tertawa kesenangan, namun bagi orang orang itu tawa nya seperti tawa yang menyeramkan.


"Bisakah kalian tenang?" ucap pria berjubah itu sambil menyebarkan aura intimidasi yang membuat orang orang itu tak dapat menggerakkan tubuh mereka dan tak dapat berbicara.


"Nah bukankah kalau seperti ini lebih bagus," ucap dia sambil tersenyum.


"Sekarang akan kuperkenalkan diriku pada kalian, wahai manusia!"


Kemudian pria berjubah itu melepas topeng dan tudung yang menutupi wajahnya.


Dan ternyata pria berjubah itu adalah Leon, tapi itu hanyalah nama samarannya saja. Nama nya yang sebenarnya adalah....


"Aku Zezt, Sang demon lord yang hidup ribuan tahun lalu, dan sekarang akan melenyapkan semua Manusia yang ada di dunia ini!!"


Orang orang yang mendengar nya hanya dapat menyimak apa yang Zezt bicarakan, karena saat ini mereka sedang diintimidasi oleh auranya.


"Karena kalian tidak memilih ingin hidup atau mati tadi, jadi akan kuputuskan sendiri."


Yang dirasakan orang orang itu saat ini hanyalah keputusasaan yang mendalam, mereka tidak dapat melakukan apapun lagi saat ini, para petualang tingkat B pun hanya terdiam ketakutan saat melihat Zezt.


"Sudah kuputuskan, tapi sebelum itu aku minta kalian tutup mata sebentar."


Zezt menurunkan aura intimidasinya agar mereka melakukan apa yang Zezt katakan. merekapun menutup mata mareka seperti yang Zezt katakan.


Dan yang terjadi setelah itu adalah.....


By : Iwana

The Destroyer Chapter 12

 The Destroyer

∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆

Chapter 12: Special Chapter


Dampak dari bertemu kedua pedang itu mengakibatkan area sekitar rusak parah.


Setelah cukup lama pedang mereka bersentuhan, mereka berdua terhempas dari arah yang berlawanan.


"Arhhg."


"kekuatan nya meningkatkan drastis, bahkan aku yang dalam mode ini sampai terhempas karena nya," pikir karion.


Sementara itu..


"tch, dia bahkan bisa seimbang dengan ku dalam mode milikku yang seperti ini!, tampak nya aku tak bisa lebih kuat dari ini di dunia ini," pikir Leon.


Kemudian mereka berdua berdiri lagi dan siap untuk saling menyerang.


"Hahaha, kau ternyata kuat juga ya," ucap karion sambil bersiap menyerang Leon.


"Berisik!! dasar iblis!! akan kulenyapkan kau!!" balas Leon dengan tatapan membunuhnya.


Setelah melontarkan kata kata itu ke karion, Leon dengan kecepatan yang bahkan lebih cepat dari sebelumnya, yang hampir setara dengan berkali kali lipat kecepatan kilat.


Dengan kecepatannya yang seperti itu, tentu saja karion akan cepat kalah, Karena leon akan menebas nya hingga berkeping keping.


Namun pada saat Leon menyerang nya, karion dapat menghindari itu. kecepatan yang lebih cepat dari kilat dapat dia hindari walaupun tidak mudah.


Lalu karion membalas serangan tidak kena Leon tadi dengan pedang nya. Leon dapat menghindari serangan nya itu.


mereka terus menerus menyerang satu sama lain dengan kecepatan yang luar biasa, bahkan efek dari serangan mereka mampu membuat gempa bumi yang luar biasa dashyat.


Gunung gunung yang jaraknya ratusan km juga ikut hancur terbelah dua karena tertebas serangan mereka, walaupun mereka tidak menyadari hal itu.


Semakin lama mereka bertarung, di darat hingga di langit, menyebabkan tempat mereka bertarung hancur lebur tidak karuan, menimbulkan kawah yang sangat luas dan besar, hingga benua tempat mereka berada hancur setengah nya karena pertarungan mereka.


Tidak hanya menggunakan pedang namun juga menggunakan sihir sihir tingkat tinggi, seperti dark magic dan light magic yang merupakan sihir tingkat teratas di dunia itu.


Tapi, dari kejauhan demon king Zezt memperhatikan pertarungan mereka, dia tidak ikut bertarung disana Karena dia ingin melihat anak buahnya sendiri lah yang menguji Leon sang Hero.


"Fufu, sungguh pertarungan yang menarik," ucap Zezt dari kejauhan.


Dia bahkan telah mengamati pertarungan mereka dari awal hingga sekarang, dia pikir karion akan cepat kalah setelah Leon menggunakan mode terkuat nya, namun ternyata karion masih bisa imbang melawan Leon menggunakan mode terkuat nya juga.


Pertarungan mereka menghabiskan waktu 1 hari 1 malam hingga zezt melihat siapa pemenang nya.


Karion sedikit lengah pada saat dia gagal mengenai Leon dengan pedangnya, itu membuat nya memiliki celah dalam waktu singkat dan Leon memanfaatkan itu untuk menyerang balik Karion.


smSerangan yang dahsyat itu mengenai karion di dadanya, dan itu membuat nya terbelah menjadi dua bagian.


Dia pun terjadi dari langit dengan kecepatan tinggi.


Saat melihat karion yang seperti itu, Leon tidak akan berhenti hanya dengan satu serangan tadi, dia kemudian menyerang dan menebas dengan aura membunuh dengan brutal hingga karion tercincang cincang.


"Hahaha, sekarang dimana dirimu yang sombong itu!!!" teriak Leon dengan perasaan kesal nya.


Dan setelah itu, Leon menggunakan sihir yang merupakan gabungan dari 6 elemen sihir, meliputi api, air, angin, tanah, petir, dan cahaya.


Serangan itu berwarna ungu seperti aura yang  menyelimuti Leon pada saat ini di mode terkuat nya.


Dia mengumpulkan sihir sebanyak mungkin untuk melenyapkan karion dalam sekejap hingga dia tidak dapat beregenerasi lagi.


Dan ...

.

.

.

"Duar" serangan itu mengenai karion yang tubuhnya sudah tercincang cincang dan saat serangan itu mengenai nya, semua yang berada di sekitar nya dalam skala yang luar biasa, lenyap begitu saja.


Serangan pemusnahan yang sangat dahsyat bahkan hingga membuat guncangan yang sangat keras di permukaan dunia.


Serangan itu terus menerus menghancurkan apapun yang dilaluinya, bahkan serangan itu sekarang menuju ke langit dan terus menerus naik ke atas hingga mencapai angkasa, dan tidak lama kemudian...


"Boommm"


Serangan yang mengandung banyak sihir itu meledak dan membuat orang orang yang mendengar nya terkejut.


Bahkan suara ledakan nya itu sampai terdengar di seluruh dunia, dan membuat langit langit yang tadi nya cerah, sekarang menjadi ke unguan.


Orang orang menjadi panik karena fenomena itu, tiba tiba langit berubah menjadi warna ungu.


"Apa apaan langit nya."


"Kenapa bisa berubah jadi ungu."


"Mungkin kah terjadi sesuatu di angkasa sana."


"Apakah ini akhir dunia?"


Semakin lama orang orang yang menyaksikan itu semakin panik.


"Huh," Leon sambil menghela napas.


"Akhirnya ini selesai juga, tak kusangka akan memakan waktu yang cukup lama."


"Bahkan aku harus menggunakan mode ini untuk melawan anak buahnya saja."


"A**pa aku masih bisa melawan demon lord itu dengan kekuatan ku yang sekarang?"


"Jika bawahan nya saja sudah membuat ku kelelahan seperti ini, bagaimana dengan tuannya? mungkinkah aku akan mati?"


"Semakin aku berpikir begini, semakin yakin kalau aku harus menggunakan rencana ku yang sangat berbahaya, bahkan harus mengorbankan nyawa ku sendiri ."


Dari awal dia berencana membunuh demon lord zezt, dia sudah siap dengan segala kemungkinan yang terjadi, bahkan jika dia harus mati, dia sudah siap.


Sementara itu, dia kastil demon lord....


"Huh, pada akhirnya tebakanku benar."


"Yah aku sudah menduga kalau karion akan kalah, tapi tak kusangka dia akan kalah dengan cara menakjubkan seperti itu."


Kemudian Zezt menggigit ujung jarinya hingga berdarah dan membiarkan tetesan darah itu jatuh ke lantai.


"Wahai bawahanku, karion, bangkitlah!"


Seketika karion bangkit kembali dari darah Zezt yang berceceran itu.


"Tuanku, Maafkan hambamu ini karena telah merepotkan,"  ucap karion sambil tunduk dan hormat kepada zezt.


"Tidak apa apa, yang kau lakukan sudah berada di luar ekspektasi ku, karena itulah aku  membangkitkanmu kembali," balas Zezt


"Terima kasih atas kemurahan hati tuan," ucap karion


Walaupun bawahan Zezt mati seperti yang terjadi pada Karion, selama jiwa nya tidak mati maka Zezt dapat membangkitkan mereka kembali dengan mudah tanpa harus melakukan ritual tertentu. Hanya dengan darah nya dan ucapan nya, dia dapat membangkitkan bawahan nya.


By : Iwana

The Destroyer Chapter 11

 The Destroyer

∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆

Chapter 11: Sesuatu yang membingungkan


Sesampainya di ruangan itu, si officer meminta Leon menunggu sebentar, dia seperti ingin mengambil sesuatu dari ruang brangkas penyimpanan.


"kenapa officer itu repot repot mengajakku ke ruangan ini? apa ada sesuatu yg yg aneh tentang ku?" pikir Leon.


Setelah menunggu beberapa saat, officer itu menghampiri Leon dengan membawa sebuah kotak.


"Terimakasih telah menunggu, akan lebih enak jika menukarkan koin emas nya disini."


"Jika melakukan nya di ruangan terbuka, mungkin akan menimbulkan keributan di guild."


"Oh iya, tak apa," balas Leon.


"Jadi, apa isi kotak itu?" tanya Leon.


Untuk menjawab pertanyaan Leon, officer itu kemudian membuka kotak itu dan memperlihatkan isinya kepada Leon.


"Ini..? Sebanyak ini?" tanya Leon.


"Ya, untuk 1 koin emas setara dengan 100.000 koin perak."


"Dan koin perak ini dalam bentuk 100 perak, jadi ada 1.000 koin perak di kotak ini," ucap officer itu.


Leon agak terkejut dengan banyaknya jumlah koin perak itu, dan lebih tak masuk akalnya, dia bahkan punya ratusan bahkan ribuan koin emas dari gubuk yg dia temukan sebelumnya.


"Koin emas disini sangat berharga, karena hanya dapat di temukan di ibukota kerajaan dan hanya dimiliki oleh para orang orang kaya," ucap officer itu.


"Jadi, koin emas disini adalah sesuatu yang luar biasa," Pikir Leon sambil menghela nafas sejenak.


"baiklah, akan ku terima ini," ucap Leon.


Setelah dia menerima nya, dia menerima sekotak koin emas itu, dia memberikan juga 1 koin emas.


"Dengan begini penukarannya selesai, jika tuan butuh bantuan, tuan bisa datang ke guild ini," ucap officer itu dengan sedikit tersenyum.


"Yah, kalau begitu aku pergi dulu."


Setelah itu Leon pun pergi meninggalkan guild itu dan menuju ke tempat penginapan nya sebelum nya.


Sesampainya disana, banyak mata yang mengarah padanya seakan akan sedang menunggu kedatangan nya.


Situasi nya juga sedikit tidak bagus.


"kenapa orang orang ini menatap ku seperti ini?" pikir Leon.


Namun dia tak mempedulikan itu dan terus menuju ke meja pemesanan untuk memesan kamar.


"Aku ingin pesan 1 kamar, 3 malam saja."


"Baiklah totalny- ," sebelum menyelesaikan kata katanya dia baru sadar bahwa itu adalah orang yang tadi ingin memesan kamar menggunakan koin emas.


"Bukankah Anda orang yang ingin memesan kamar pakai koin emas?"


"Oh iya, aku sudah menukarkan nya menjadi koin perak di guild tadi," jawab Leon.


"Oh begitu ya, maaf tadi saya sedikit terkejut."


"Kalau begitu 3 malam berarti 6 koin emas."


Leon kemudian mengambil koin perak nominal 100 untuk membayar kamarnya.


"Um, apa tidak ada yang lebih kecil?" tanya pelayan itu.


"Ah, hanya ada ini saja," jawab Leon.


"Baiklah"


Pelayan itu menerima koin perak nya dan meminta Leon menunggu sebentar untuk kembaliannya.


Beberapa saat kemudian.


"Ini kembaliannya tuan, dan kunci kamarnya, kamar nya ada di lantai 3."


Leon pun mengambil kunci itu dan menuju ke kamarnya di lantai 3.


Sesampainya disana dia langsung rebahan untuk menghilangkan rasa penatnya.


"Ah, sungguh hari yang melelahkan setelah kebangkitan ku."


"Mungkin aku harus tidur sebentar untuk menghilangkan rasa lelahku."


Setelah itu, diapun tidur hingga pagi.


keesokan harinya


Dia terbangun dari tidurnya yang dia kira sebentar, padahal itu hingga pagi hari.


Diapun bergegas mandi disana, tapi pelayan tadi malam belum memberitahu dimana letak kamar mandinya, apakah itu berbentuk kamar atau pemandian.


Dia kebingungan sejenak, kemudian dia bertanya kepada orang yang menginap disana juga agar tidak salah jalan.


"Hei bro, kalo mau mandi dimana?" tanya Leon.


"Oh, lu turun kebawah, trus ke belakang, disitu ada pemandian," jawab seorang


"Ouh oke, thanks bro."


"Woke"


Diapun turun kelantai bawah lalu menuju ke belakang seperti yang dikatakan orang itu padanya.


Setelah sampai disana...


"Oh jadi disini ya."


"pemandian yang cukup besar, tapi sepertinya tidak ada orang disini, yah aku lebih suka begitu sih," pikir Leon


Tanpa berlama lama lagi, diapun bergegas mandi kemudian setelah dia selesai diapun memesan makanan di sana (penginapan).


"Aku mau pesan ini dan ini," ucap Leon sambil menunjuk makanan yang ingin dia pesan.


"Terimakasih telah memesan, silahkan ditunggu ya," jawab pelayan itu.


Diapun menunggu beberapa saat...


Saat dia sedang menunggu pesanan nya datang, dia kepikiran sesuatu yang mengganjal di pikiran nya.


"kenapa penjagaan di desa ini begitu ketat? padahal kan cuma desa, tapi seperti ada yang aneh disini," pikir Leon.


Pertanyaan itu membuat nya penasaran akan situasi di desa ini, apakah ada sesuatu yang aneh yang sedang terjadi?


Tapi dia tetap berfikir positif dan menganggap itu hanyalah karena ada mahkluk/hewan yang berbahaya yang berada disekitar desa ini, karena itulah kepala desa memanggil para petualang tingkat tinggi (tingkat C keatas) untuk melindungi desa ini hingga keadaan nya membaik.


Akan tetapi, kenapa saat Leon ingin memasuki desa ini, dia harus diintrogasi terlebih dahulu?


Mungkin jika ditanya sedikit oleh para penjaga di desa itu normal saja, tapi kenapa lebih dari itu?


Apakah ada sesuatu yang diluar nalar sedang terjadi di desa ini?


Pertanyaan itu terus memenuhi pikiran nya dan membuat nya bingung dan pusing jika memikirkan Nya.


Tidak lama setelah itu, makanan yang dia pesan datang dan siap di sajikan, diapun makan itu dengan lahap karena rasanya yang sangat lezat.


"Tak kusangka makanan manusia akan selezat ini," pikir Leon sambil memakan makanan nya hingga tersedak karena terlalu cepat makan.


Ditengah tengah dia menikmati makanannya, dia mendengar orang orang berbicara tentang demon lord dan anak bernama Win.


"Jadi jika kita menangkap anak itu mati maupun hidup, kita akan mendapatkan 1.000 koin emas??" tanya seorang kepada orang lain.


"Yah begitulah, jadi mau tidak ikut mencari bersama kami bertiga? bukankah akan lebih mudah jika lebih banyak yang mencari dan jika kita mendapatkan anak itu, hadiahnya akan dibagi sama rata," jawab orang itu.


"Tentu saja aku ikut, mana mungkin aku akan menolak tawaran sebagus itu!" balas orang itu.


Karena Leon memiliki pendengaran yang jauh lebih superior dari manusia biasa, dia dapat mendengar pembicaraan orang orang itu dengan baik, lalu dia ingat tentang dia dan Win.


"oh jadi begitu ya, tapi akan lebih yakin lagi kalau aku tanya ke orang nya langsung," pikir Leon.


Setelah selesai makan, diapun mendatangi orang orang tadi yang membicarakan tentang demon lord dan anak kecil bernama Win.


"Hei bro, boleh aku duduk disini?" tanya Leon kepada orang orang itu.


"Ah, tentu saja, tidak ada yang melarang," jawab orang itu dengan ramahnya.


"Oh iya, tadi aku mendengar pembicaraan kalian tentang demon lord, apa demon lord itu sudah bangkit?" tanya Leon.


"Tak kusangka kau mendengar nya."


"Apa kau belum tau tentang rumor itu?" tanya orang itu.


"Yah begitulah, aku baru sampai di desa ini dan melihat banyak sekali penjagaan kalo ingin memasuki desa ini. kalau aku boleh tau, kenapa begitu?" tanya Leon


"Sorry bro, tapi itu informasi yang mahal."


"Oh begitu ya, kalo begini, apa kau ingin memberitahukan nya?", ucap Leon sembari menunjukan koin emas yang dia miliki kepada mereka.


Karena mereka jarang sekali melihat sesuatu yang seperti ini, mereka sedikit terkejut.


"I-itu k-koin emas??"


"Ya, dan ini asli lho, jadi bagaimana kalau koin emas ini ditukarkan dengan informasi mahalmu tadi?"


"Hahaha, kau ini menarik sekali ya!, apa kau ini bangsawan atau orang kaya?"


"Haha, mungkin tidak keduanya, nah sekarang beritahu aku!"


"Fufu, baiklah."


By : Iwana