Sabtu, 16 Juli 2022

The Destroyer Chapter 2

 Chapter 2

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

Chapter 2 : Harapan dan permintaan.


Setelah dia membunuh mereka, win yg masih belum sadar berlari ke hutan dan berlari terus menerus hingga dia terkapar lemas sendirinya.


Beberapa jam kemudian saat hari sudah mulai pagi win terbangun di hutan itu. Saat di bangun dia bingung kenapa dia bisa berapa disana.


Tubuh nya terasa sangat sakit dan lemas hingga dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya, dia merasa seperti telah melakukan sesuatu yg aneh.


"Ini.... Kenapa aku tidak bisa bergerak, rasanya sakit sekali"


Karena dia sedang berada di tempat yang di kenal dan saat ini dia tidak bisa melakukan apapun, dia merasa kalau dia akan mati tidak lama lagi, mungkin karena diserang hewan buas atau semacam nya. Karena dia berada di hutan yg cukup berbahaya, dia mendengar berapa suara suara yg mengerikan yang membuat merasa semakin takut. Yang hanya bisa dia lakukan hanyalah berdoa dan pasrah.


Saat hari mulai siang, akhirnya dia bisa menggerakkan tubuh nya walaupun agak sedikit kesulitan.


"Uh, rasanya enak sekali bisa bergerak seperti biasanya".


"Yah walaupun aku tidak tahu kapan aku akan mati Disni".


"Setidaknya aku harus melakukan sesuatu agar aku merasa aman".


Win tidak hanya diam saja disana, dia pergi berjalan jalan menelusuri area sekitar untuk memastikan apakah aman jika dia tetap berada disana.


Dia terus melihat lihat sekitarnya dan dia merasa kalau sementara disini aman, hanya ada beberapa hewan yg tidak berbahaya seperti kelinci atau rubah. Bukan hewan seperti serigala atau beruang.


Karena merasa lapar diapun mencari beberapa makanan alternatif, seperti tumbuhan atau buah-buahan yg bisa dimakan. Namun saat dia menemukan nya, dia belum pernah melihat jenis yang semacam itu.


Karena dia sudah semakin lapar, tanpa peduli dia memakan buah itu, yang terpenting baginya saat ini perut nya terisi agar bisa melakukan sesuatu.


"Buah ini aneh".


"Tak ada rasanya sedikitpun, kukira rasanya pahit atau asam".


Yah wajar saja penilaian nya salah karena dia belum pernah memakannya sebelumnya. Tapi tidak ada efek samping dari memakannya, jadi dia yakin kalau buah itu tidak berbahaya. Walaupun tidak ada rasanya, tapi setidaknya bisa membuatnya merasa sedikit kenyang.


Diapun mengambil beberapa buah itu lagi untuk dimakan dan disimpan jikalau dia merasa lapar.


Setelah itu dia juga mencari sesuatu yg lain yg bisa dimakan. Tapi dia tiba tiba merasa sakit kepala, lalu lama lama kesadaran nya hilang lalu pingsan.


saat pingsan dia tiba tiba berada di sebuah tempat yang sangat asing baginya. tempat itu seperti ruangan tertutup yang memancarkan aura yang tidak normal. aura yang tidak normal itu menyelimuti seisi ruangan nya. dan dari kejauhan terdengar suara seseorang. suara itu seperti memanggil nya.


"hey... kau yg disana!, kemarilah".


itu membuat win sedikit penasaran dengan suara yg memanggil nya itu, diapun mendatangi tempat suara itu berasal. itu tidak jauh dari dia berada.


langkah demi langkah dia lalui dengan perasaan yg campur aduk. semakin mendekati nya, semakin kuat pula aura yang dipancarkan oleh orang itu. walau begitu dia tetap menghampiri nya.


dan tibalah saatnya dia melihat wujudnya, mahkluk yang memiliki seperti tanduk di kepalanya, wajah dewasa yang menyeramkan, memiliki kulit agak hitam dan dia sekarang sedang duduk di sebuah kursi. dia duduk disana dengan kaki, tangan, kepala dan tubuh nya yg diikat oleh rantai sihir berwarna merah. dia tentunya tak bisa bergerak dengan bebas dengan keadaan yg seperti itu.


lalu orang itu berkata, "tampak nya rencanaku berhasil"


"sekarang kau akan menjadi milikku!"


"hahaha!"


win tidak tahu apa maksud orang itu.


"apa maksudmu?", win bertanya kepada nya


orang itu lalu menjawab  "lebih baik kau tidak tahu, nak"


perkataannya itu membuat win penasaran, lalu win bertanya lagi kepada.


"kalau begitu, aku ingin tahu siapa kau? kenapa kau ada di sini? lalu kenapa kau dirantai begini?"


pertanyaan itu terlintas begitu saja di pikirannya.


orang itu memperkenalkan dirinya kepada win sebagai seorang demon lord yang bernama Zezt, dia adalah seorang demon yang hidup pada ribuan tahun yg lalu. karena dia telah dikalahkan oleh Hero zaman dulu maka dia bereinkarnasi setelah kematian nya menggunakan teknik sihir tertentu, konon itu adalah sihir terlarang.


"apa kau sekarang mengerti?"


win bingung harus menjawab apa. sekarang dia sedang berhadapan dengan seorang demon, bukan demon biasa dia adalah salah satu demon yg pernah membawa dunia ini ke penderitaan yang mengerikan pada manusia bahkan ras lainnya yang memusuhi demon lord.


perasaan win saat ini tentu saja takut terhadap nya. dia tidak bisa bicara ataupun bergerak karena rasa takutnya itu. keringat bercucuran di tubuh nya. menetes dan menetes. dia menatap kakinya, dia tak berani menatap demon itu. jika dia menatapnya mungkin dia akan dimakan oleh rasa takutnya.


"ayolah nak, tak usah takut padaku".


"kau lihat kan? aku dirantai, jadi aku tak bisa melakukan sesuatu padamu".


"yang bisa kulakukan hanya bicara padamu".


win tahu akan hal itu, namun yg membuat nya merasa takut ialah aura iblis itu yang sangat mengerikan. dia seperti sedang di intimidasi tanpa sadar oleh zezt.


semakin lama aura nya semakin kuat.


"oh, kenapa kau tidak bicara, nak?"


"apa ada sesuatu yang menggumu?"


"a....h.. -- bi-bisa kau berhenti mengintimidasi ku??"


setelah mencoba beberapa kali akhirnya dia bisa bicara juga. pada saat pertama kali dia bertemu dengan nya tadi, aura dari zezt masih tidak terlalu besar. namun setelah beberapa waktu berlalu, itu menjadi semakin kuat hingga seperti ini.


"ah, aku tanpa sadar melakukan itu ya?"


"aku tampaknya tidak sadar"


"haha"


jika dilihat dari cara berbicara zezt, dia terlihat bicara dengan ramah terhadap win, namun itu hanyalah tipuan darinya.


lalu zezt menghentikan intimidasi nya pada win, itu dia lakukan agar dia bisa bicara dengan normal dengan win. karena kehadiran zezt ini, tentunya zezt memiliki sesuatu yang penting yang harus dibicarakan pada win.


zezt meminta win untuk menyerahkan hidupnya pada win sebagai wadah dari zezt, namun win menolak nya. win tahu apa yang akan terjadi jika demon lord zezt bangkit lagi, maka dunia akan dalam bahaya. dia bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana zezt akan melakukan nya.


zezt kesal karena win menolak permintaan nya, lalu zezt bilang kalau 10 hari dari sekarang dia akan otomatis mengambil alih tubuh win dengan mudah. itu adalah batasan waktu hidup win. jika win tidak mau menyerahkan dirinya sendiri, maka waktulah yang menyerahkan nya. 10 mungkin cukup untuk win menikmati masa hidup nya. namun itu terlalu kejam Untuk seorang anak yang baru berusia 10 tahun untuk menerima nya. dia ingin hidup dengan bebas dengan masa depan yang cerah, namun itu semua hanyalah mimpi yang tak bisa dicapai olehnya. setelah kehilangan keluarga nya, dia juga kehilangan teman, dan desanya. dan mungkin dia akan kehilangan nyawanya sendiri. sungguh ironis.


By : Iwana

Instagram : @iwana122

Youtube : Fajarr (PH)


Dukung sang Author untuk membuat karya-karya terbaru...

https://share.mangatoon.mobi/contents/detail?id=1359238&_language=id&_app_id=1

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda